Namun, pembicaraan tersebut berakhir tanpa kesepakatan, dengan kedua belah pihak memutuskan untuk mengejar strategi masing-masing secara independen.
Meskipun demikian, Espinosa menegaskan bahwa Nissan tetap terbuka untuk merger dengan Honda atau perusahaan lain yang memiliki visi bisnis sejalan.
Ia mengakui bahwa pengembangan teknologi canggih memerlukan investasi besar dan kolaborasi dapat menjadi solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Situasi finansial Nissan saat ini cukup menantang, dengan laporan kerugian signifikan dan penurunan penjualan di berbagai pasar utama. Perusahaan ini telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja bagi ribuan karyawan dan berupaya mencari strategi pemulihan yang tepat.
Di sisi lain, Honda tetap berada dalam posisi finansial yang lebih stabil meskipun menghadapi tantangan serupa di industri otomotif. Perusahaan ini terus fokus pada pengembangan teknologi dan produk baru untuk mempertahankan daya saing di pasar global.
Potensi kemitraan antara Nissan dan Honda masih menjadi topik yang menarik perhatian, mengingat kedua perusahaan memiliki keahlian dan sumber daya yang dapat saling melengkapi dalam menghadapi dinamika industri otomotif yang terus berkembang.